Computer Engineering Telkom University Surabaya

Dalam dunia robotika modern, keakuratan dan kestabilan gerak adalah segalanya. Baik pada robot industri, kendaraan otonom, maupun robot layanan, kemampuan untuk bergerak dengan halus dan presisi merupakan syarat mutlak. Di balik kemampuan itu terdapat sebuah algoritma klasik namun sangat efektif yang masih menjadi tulang punggung sistem kontrol: algoritma PID, atau Proportional-Integral-Derivative Controller.

Algoritma PID merupakan metode pengendalian umpan balik yang telah digunakan selama lebih dari satu abad, namun tetap relevan hingga kini. Prinsip kerjanya sederhana namun kuat: algoritma ini menghitung selisih antara nilai yang diinginkan (setpoint) dan nilai aktual yang diukur oleh sensor (error), kemudian menyesuaikan keluaran sistem agar kesalahan tersebut semakin kecil. Hasil pengendalian ini terdiri dari tiga komponen utama: proportional, integral, dan derivative.

Komponen proportional (P) mengatur keluaran berdasarkan besarnya error saat ini. Semakin besar selisihnya, semakin besar pula koreksi yang dilakukan. Komponen integral (I) berfungsi mengoreksi kesalahan yang terakumulasi dari waktu ke waktu, memastikan sistem mencapai posisi yang diinginkan tanpa bias. Sementara itu, komponen derivative (D) memperkirakan arah dan kecepatan perubahan error, membantu sistem merespons lebih halus dan mencegah overshoot atau osilasi berlebih.

Dalam konteks robotika, algoritma PID digunakan untuk berbagai keperluan: mulai dari kendali kecepatan motor, stabilisasi posisi lengan robot, hingga navigasi kendaraan otonom. Misalnya, pada robot line follower, PID membantu robot mengikuti garis dengan kecepatan konstan dan presisi tinggi, bahkan saat lintasan berbelok tajam. Sementara pada drone, PID berperan penting dalam menjaga kestabilan posisi terhadap gangguan angin atau perubahan beban.

Penelitian oleh Åström dan Hägglund (1995) menunjukkan bahwa lebih dari 90% sistem industri di dunia masih menggunakan bentuk kontrol PID karena kesederhanaan, keandalan, dan kemampuannya menyesuaikan berbagai kondisi operasional. Dalam dekade terakhir, algoritma PID juga semakin sering dikombinasikan dengan kecerdasan buatan dan optimisasi adaptif, seperti fuzzy logic dan machine learning, untuk meningkatkan kinerjanya.

Salah satu contoh penerapan modern adalah sistem kendali motor servo pada robot humanoid. Dengan bantuan PID, gerakan sendi dapat disinkronkan secara presisi antara sensor posisi dan aktuator, menciptakan ilusi gerakan yang alami. Bahkan dalam industri otomotif, PID digunakan untuk sistem pengereman otomatis, cruise control, dan stabilisasi kendaraan.

Meskipun sederhana, keberhasilan penerapan PID sangat bergantung pada proses tuning atau penyesuaian nilai konstanta Kp, Ki, dan Kd. Tuning yang tepat menghasilkan sistem responsif dan stabil, sementara tuning yang buruk dapat menyebabkan sistem berosilasi atau lamban. Oleh karena itu, berbagai metode tuning seperti Ziegler–Nichols, Cohen–Coon, atau algoritma genetika modern terus dikembangkan untuk memperoleh hasil optimal.

Pada akhirnya, algoritma PID tetap menjadi fondasi utama dalam dunia kontrol dan robotika. Ia menghubungkan dunia fisik dan digital melalui mekanisme yang efisien, presisi, dan mudah diimplementasikan. Di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan robotika otonom, PID membuktikan bahwa inovasi sejati sering kali lahir dari penyempurnaan konsep klasik yang tak lekang oleh waktu.


Referensi

  1. Åström, K. J., & Hägglund, T. (1995). PID Controllers: Theory, Design, and Tuning. ISA – The Instrumentation, Systems, and Automation Society.
  2. Ang, K. H., Chong, G., & Li, Y. (2005). PID control system analysis, design, and technology. IEEE Transactions on Control Systems Technology, 13(4), 559–576. https://doi.org/10.1109/TCST.2005.847331
  3. Liu, T., & Gao, F. (2010). Industrial PID control: Recent developments and future directions. Chemical Engineering Research and Design, 88(4), 421–433. https://doi.org/10.1016/j.cherd.2009.08.004
  4. Ziegler, J. G., & Nichols, N. B. (1942). Optimum settings for automatic controllers. Transactions of the ASME, 64(11), 759–768.
  5. Huang, C., & Lin, C. (2020). Adaptive PID control based on fuzzy logic for robot arm motion. International Journal of Advanced Robotic Systems, 17(3), 1–12. https://doi.org/10.1177/1729881420925485

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *